Pages

Showing posts with label OPEN SOURCE. Show all posts
Showing posts with label OPEN SOURCE. Show all posts

Friday, February 15, 2013

--OPEN SOURCE--

Indonesia, Go Open Source

  Indonesia, Go Open Source! disingkat IGOS adalah sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia. IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian yaitu Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Departemen Pendidikan Nasional.
Gerakan ini melibatkan seluruh stakeholder TI (akademisi, sektor bisnis, instansi pemerintah dan masyarakat) yang dimulai dengan program untuk menggunakan perangkat lunak sumber terbuka di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan dengan langkah ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak legal.
Semangat gerakan ini memiliki sasaran sebagai berikut:
  • Memberikan lebih banyak alternatif perangkat lunak yang dapat digunakan oleh masyarakat secara legal dan terjangkau, sehingga jumlah pengguna komputer meningkat.
  • Peningkatan kemampuan riset dan pengembangan teknologi informasi nasional bidang perangkat lunak.
  • Menciptakan kompetisi pengembangan teknologi informasi untuk dapat bersaing di percaturan global

LinuxCon

LinuxCon: Open Source Adalah Sebuah Ekosistem, Bukan Sebuah Permainan Zero Sum


Lindan pengembangan Open Source adalah bukan seperti sebuah permainan teori ekonomi Zero Sum, ini adalah pesan yang disampaikan secara explisit oleh pembicara dari Ubuntu Technician Architect Allison Randal, pada acara LinuxCon 2011, tapi sentimen ini telah diartikulasikan oleh orang banyak sepanjang acara ini. Proses dimana sebuah perusahaan membuat perangkat lunak sumber terbuka yang besar adalah memperbaiki dunia untuk semua orang.
Perangkat lunak bebas adalah adalah sebuah model fundamental yang superior untuk mengembangkan perangkat lunak,”Ucap Randal beberapa kali. Selain klasik Linus’ Law(“given enough eyeballs, all bugs are shallow”), Randal mengajukan klaim bahwa sifat manusia suda sejak lama adalah menjadi bagian yang lebih besar dari dirinya sendiri, dan pengembangan perangkat lunak bebas yang akan memenuhi itu semua.
Menurut Randal, masa depan inovasi dalam teknologi adalah tidak saling mencuri sumber daya satu dengan yang lain, tetapi bersama-sama menciptakan sumber daya, dan kesempatan baru untuk menciptakan ekosistem yang kaya. “Ekosistem” istilah yang beberapa kali sering muncul dalam obrolan saya dengan Dr. Irving Wladawsky-Berger, Chairman Emeritus IBM Academy of Technologies, dan DAN Frye Vice President of IBM Open System Development. Frye memebuat jelas dan nyata bahwa upaya IBM dengan Linux untuk menjadi “Solution Company (perusahaan solusi)” sebagai lawan produk perusahaan. IBM tidak membuat distribusi Linux sendiri, tetapi mereka bekerja keras untuk berkontribusi ke kernel dan proyek Open Key yang membawa nilai bagi pelanggan IBM.

Ini semua tentang kolaborasi, dan bekerja bersama-sama dengan peserta Open Source yang lain, kadang-kadang ini berarti akan berkolaborasi dengan pesaing secara langsung, namun IBM “Mendapatkannya” bahwa  kolaborasi dalam Open Source menciptakan sumber daya baru untuk semua orang, dan mereka tidak dalam kompetisi untuk memotong jumlah dolar pelanggan, dan kadang-kadang mereka bersaing secara keras di berbagai pasar, dan tak jarang mereka juga bersaing terhadap perusahaan-perusahaan dengan siapa mereka secara bersama berkolaborasi dalam Open Source, namun itu bukan permaian Zero Sum.
Wladawsky-Berger melanjutkan, “Solution Company” menunjukkan bahwa gedung pencakar langit tidak pernah dibangun oleh sebuah perusahaan tunggal. Legiun perusahaan kecil dengan keahlian khusus berkerja sama dibawah bimbingan seorang manajer proyek untuk mengkoordinasikan dan melaksanakan tugas-tugas khusus mereka dalam urutan yang benar. Hal ini pada akhirnya IBM bagaimana membayangkan diri mereka, sebagai pemimpin dalam ekosistem Open Source bekerja untuk mengaktifkan beban kerja baru bagi pelanggan mereka.
Ada banyak cara untuk berkembang di dalam ekosistem Open Source. Apakah suatu dedikasi yang kuat untuk keunggulan kernel (seperti Linus Torvalds dan Greg Kroah-Hartman) atau untuk memprodusi alat yang layak dan dapat digunakan semua orang untuk menghindari menciptakan kembali roda. Yocto Project yang bekerja dalam embedded space, seperti SUSE dibawah pimpinan baru Attachmete, membuat Open Build Serviceuntuk membantu orang menggulirkan paket untuk beberapa distribusi. SUSE juga berbagi dengan membuat SUSE Studio yang memungkinkan ISV dan perusahaan, untuk mengembangkan dan memelihara Linux sendiri untuk digunakan di dalam aplikasi dan “Golden Master” images. Anda tidak harus menjadi customer SUSE untuk menggunakan alat ini.
Tapi semua dari kolaborasi ini tidak selalu terjadi secara alami. Perusahaan masih terikat kepada pemegang saham mereka, jadi terkadang membutuhkan Neutral Third party (pihak ketiga) yang netral untuk mendapatkan pihak yang tertarik secara bersama-sama, menyediakan neutral ground untuk berdisiku dan memelihara saluran komunikasi. Di situlah Linux Foundation hadir untuk bermain. Mereka menyediakan banyak kerangka dan pengelolaan komunikasi antara pesaing yang menghasilkan kemajuan teknis yang tidak tertandingi di industri.
“Perangkat lunak bebas adalah sebuah model fundamental yang superior untuk mengembangkan perangkat lunak”, kata Allison Randal. Eucalyptus System Marten Mickos mengambil satu langkah lebih jauh “Setiap perusahaan dengan strategi IT membutuhkan strategi Open Source”. Sangat penting untuk mengenali dan merangkul ekosistem yang lebih besar dari Linux dan perangkat lunak sumber terbuka, dan menemukan cara berkolaborasi di dalamnya untuk meningkatkan jumlah sumber daya yang tersedia dan bersaing

OPEN SOURCE

Sistem Informasi Manajemen Sekolah Open Source Berbasis Web



   
   Sistem informasi manajemen sekolah saat ini sudah menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi sekolah, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada semua komponen sekolah, terutama bagi semua siswa, orang tua siswa, guru, dan pengelola sekolah. Dukungan komunitas Open Source untuk dunia pendidikan khususnya sekolah juga sudah dirasakan manfaatnya di sekolah-sekolah dengan tersedianya berbagai Free Open Source Software, mulai dari sistem operasi Open Source, aplikasi Open Source, CMS dan CMF Open Source, LMS Open Source, dan masih banyak lagi.
Identifikasi kebutuhan sekolah akan sistem informasi manajemen sekolah diantaranya adalah: (1) Menggunakan bahasa indonesia, (2) Tersedia sistem standar untuk pendataan: Sekolah, admin, guru, siswa dan orang tua siswa, Absensi, Nilai (3) Sistem pembayaran sekolah siswa, (4) ringkasan pelaporan untuk Manajemen, (5) Terhubung ke aplikasi perpustakaan, (6) Tersambung dengan Moodle (7) Fitur SMS: Komunikasi ke orang tua siswa melalui SMS, Orang tua dapat melihat data siswa (pembayaran, perpustakaan, nilai) lewat otomatisasi sistem SMS.
Berlatar belakang kebutuhan sekolah tersebut, ada beberapa sistem informasi sekolah open source berbasis web yang dapat dipilih untuk diimplementasikan di sekolah kita masing-masing. Diantaranya adalah Jibas, openSIS, SISFOKOL, Open Admin for School, SchoolTool, dan Fedena.
Berikut sedikit pembahasannya dikaitkan dengan identifikasi kebutuhan sistem informasi sekolah:
  • JIBAS (Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah): (1) Menggunakan bahasa indonesia, (2) Tersedia sistem standar untuk pendataan: Sekolah, admin, guru, siswa dan orang tua siswa, Absensi, Nilai (3) Sistem pembayaran sekolah siswa, (4) ringkasan pelaporan untuk Manajemen, (5) Terhubung ke aplikasi perpustakaan (6) Fitur SMS: Komunikasi ke orang tua siswa melalui SMS, Orang tua dapat melihat data siswa (pembayaran, perpustakaan, nilai) lewat otomatosasi sistem SMS.

Jibas
  • openSIS: (1) dapat Menggunakan bahasa indonesia, (2) Tersedia sistem standar untuk pendataan: Sekolah, admin, guru, siswa dan orang tua siswa, Absensi, Nilai (3) ringkasan pelaporan untuk Manajemen,  (4) Tersambung dengan Moodle.

OpenSIS
  • SISFOKOL (Sistem Informasi Sekolah). Berikut penjelasan dari pengelola SISFOKOL: SISFOKOL atau Sistem Informasi Sekolah, adalah project idealist berbasis open source dan free software, yang dikembangkan oleh Agus Muhajir, untuk keperluan administrasi pengelolaan sekolah. Mulai dari SD, SLTP, SLTA dan SMK. SISFOKOL adalah Sistem Informasi Sekolah, yang mempunyai konsep OPEN SOURCE berdasarkan pada FREEDOM SOFTWARE dengan layanan berbayar (komersial). Menganut lisensi GNU/GPL Version 2, June 1991.

SISFOKOL
  • Open Admin for School. Open Admin for School adalah Program Administrasi Sekolah. Tersedia secara bebas dengan sumber terbuka (open source) dan paket perangkat lunak yang berlisensi di bawah GNU General Public License.
    Saat ini memiliki beberapa fitur berikut: (1) Dapat berbahasa Indonesia (2) Demografi yang menyimpan informasi siswa dan keluarga yang dapat dilihat dan dicetak dalam berbagai cara; Absensi; Disiplin, (3) Pembuatan Laporan Nilai, kehadiran. (4) Sistem Transkrip untuk mencetak transkrip mahasiswa, (5) Sistem Biaya untuk memungkinkan pengisian biaya siswa, pencetakan faktur, pembayaran, faktur dan transaksi ekspor ringkasan untuk program akuntansi eksternal.

    Open Admin for School
  • SchoolTool. SchoolTool adalah perangkat lunak gratis untuk administrasi sekolah di seluruh dunia. SchoolTool merupakan sistem informasi sekolah open source berbasis web yang dirancang untuk sekolah-sekolah di negara berkembang, dengan dukungan kuat untuk penyebaran terjemahan, lokalisasi dan otomatis dan update melalui installer Ubuntu Linux dan sistem manajemen paket.
    Schooltool juga merupakan kerangka kerja untuk membangun aplikasi disesuaikan dan konfigurasi untuk masing-masing sekolah atau negara.
    Schooltool dibangun di atas software 100% open source, ditulis dengan Python menggunakan kerangka Zope 3. Berlisensi di bawah GNU General Public License, Versi 2.

Schooltool
  • Fedena. Proyek Fedena adalah open source sistem manajemen sekolah dan kampus didasarkan pada Ruby on Rails. Awalnya dikembangkan oleh tim pengembang di Foradian Technologies. Proyek ini dibuat open source oleh Foradian, dan sekarang dikelola oleh komunitas open source. Beberapa fiturnya adalah: Ramah antarmuka pengguna, Mengelola penerimaan mahasiswa & tahun akademik, pemeriksaan manajemen, Jadwal & manajemen Kehadiran.

Fedena

KEUNGGULAN

KEGUNAAN OPEN SOURCE SOFTWARE BAGI INDONESIA


Open source software  dapat memberikan kegunaan yang jauh lebih besar bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, karena umumnya program-program open source tersedia dengan biaya yang relatif jauh lebih murah dibandingkan program-program closed source, sehingga akan mampu menghemat devisa yang ke luar.
Secara khusus, open source software pun memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, bisnis dan pemerintahan.

Bagi Dunia Pendidikan
Dengan adanya open source software maka pelajar, mahasiswa ataupun pendidik tidak lagi mempelajari sesuatu secara teoritis namun mereka pun dapat mempraktikkannya. Sebagai contoh dalam bidang ilmu komputer, pada saat mempelajari mata kuliah Sistem Operasi, maka mahasiswa dan dosen dapat secara bersama-sama mempelajarinya dengan cara mengupas secara tuntas Sistem Operasi GNU/Linux ataupun sistem operasi open source lainnya, sehingga mahasiswa dan dosen tidak hanya tahu teori, namun juga tahu penerapannya dalam dunia nyata. Kemudian dengan menginstalasi sistem operasi open source, misalnya GNU/Linux, seseorang umumnya telah memperoleh aplikasi-aplikasi yang cukup lengkap, sehingga ia tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membelinya.


Bagi Dunia Bisnis
Dengan memanfaatkan program-program open source, dunia bisnis akan memperoleh manfaat yaitu rendahnya biaya instalasi program, reliabilitas yang tinggi, keamanan yang tinggi, sehingga total cost of ownership-nya menjadi rendah. Dunia bisnis sangat memerlukan program yang bereliabilitas tinggi, karena kegiatan-kegiatan dunia bisnis telah amat tergantung pada komputer dan kesalahan kecil akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Bagaimana jadinya jika server yang digunakan untuk menangani web page harus di-reboot satu minggu sekali ?
Selain itu dengan menggunakan program-program open source maka perusahaan tidak perlu terikat pada satu vendor, baik vendor hardware maupun software. Jika perusahaan menemui permasalahan, ia dapat menghubungi pembuat program ataupun mencari perusahaan-perusahaan jasa untuk menangani masalah tersebut.

Bagi Pemerintah
Seiring dengan makin berkibarnya tuntutan akan otonomi daerah, maka penggunaan program-program open source patut menjadi pertimbangan dalam perencanaan sistem informasi pemerintahan. Dengan menggunakan program-program open source, anggaran yang dibutuhkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan program-program closed source dengan tingkat reliabilitas dan keamanan yang lebih tinggi. Selain itu dengan memanfaatkan program-program open source pemerintah dapat mendukung perkembangan teknologi informasi di daerahnya dan juga dapat memberikan kesempatan kerja pada masyarakat. Dengan tersedianya kode sumber maka pemerintah dapat memastikan bahwa program yang digunakannya tidak memiliki suatu backdoor ataupun trojan horse yang dapat membahayakan pemanfaatannya dalam bidang yang sensitif, seperti bidang pertahanan keamanan.

 

OPEN SOURCE

   
  Pasti diantara pembaca masih bingung dan masih mencari-cari apa arti sebenarnya dari open source, yah buat para pembaca yang sedang mencari di mesin pencarian ternama google dan bisa mampir kesini  saya akan menjelaskan apa itu open source 


ok, Jadi Source adalah perintah-perintah yang digunakan untuk membuat aplikasi. Jadi open source adalah source yang terbuka. Maksudnya bila kita bisa mengetahui source penyusun suatu software maka itu disebut open source. Tapi tidak cukup dengan hanya mengetahui saja tapi jika kita bebas menggunakan, mengembangkan, menyebarluaskan atau menggandakan aplikasi tersebut tanpa harus membayar izin atau lisensi kepada pembuat aplikasinya.


Open source software
Jika kita sudah mengerti apa itu open source selanjutnya saya akan menjelaskan tentang open source software. Open source software adalah software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kesalahan atau kekurangan pada software tersebut. Dan salah satu keunggulannya adalah Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Pada umumnya orang mendapatkan software ini dari internet.
Konsep open source software pada intinya adalah membuka source code dari sebuah software. Dengan mengetahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Open source hanya sebatas itu. Artinya, tidak harus gratis. Kita bisa saja membuat perangkat lunak yang kita buka kode sumbernya, mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak ciptanya, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut secara komersial.
definisi open source yang asli seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition) yaitu:
• Free Redistribution
• Source Code
• Derived Works
• Integrity of the Authors Source Code
• No Discrimination Against Persons or Groups
• No Discrimination Against Fields of Endeavor
• Distribution of License
• License Must Not Be Specific to a Product
• License Must Not Contaminate Other Software
Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. oleh karena itu open source software akan terus berkembang dan tidak mungkin ketinggalan jaman.
Dalam segi keamanan penggunaan open source software cukup aman. Jika kita mengunakan software berlisensi kita tidak mungkin tahu apa saja perintah-perintah yang terjadi ketika kita meng-klik tombol instalasi software tersebut di komputer kita. Bila orang yang membuat software tersebut adalah orang jahat tentunya dia bisa menyisipkan perintah untuk menyalin data-data pribadi kita melalui software lisensi yang dia buat. Tentu kita tidak akan tahu maksud jahatnya bila belum melihat source yang dia buat bukan?. Tapi jika kita mengunakan software open source kita dapat melihat semua source dan perintah-perintah pemograman dengan jelas. Kita bisa mengetahui apakah ada kode jahat didalam aplikasi tersebut.
contoh open source software
  • PHP
  • MySQL
  • Linux
  • Apache (web server)
  • perl
  • fetchmail
Setelah melihat posting yang saya buat mungkin sekarang anda lebih mengetahui tentang open source. jika anda ingin memperdalam pengetahuan anda tentang open source anda dapat bergabung dengan komunitas-komunitas/forum open source yang sekarang sudah banyak di internet. Dan anda akan mengetahui info terbaru tentang open source.

Sedangkan Untuk kategory software terbagi menjadi empat : 

Close Software 
Tidak diperkenankan dengan alasan apapun untuk menggunakan software dalam kategori ini tanpa adanya kepemilikan dengan syah dalam arti 100% asli. Anda harus mengeluarkan "kocek" agar dapat menggunakan software ini dengan aman dan nyaman, jika melanggar bisa jadi komputer Anda akan di"amankan" oleh petugas yang berwenang.
Tidak dipungkiri, di beberapa negara termasuk Indonesia lebih dari 60% masih menggunakan produk "bajakan". Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, dan faktor utamanya disebabkan tingginya harga software tersebut. Tidak sebanding dengan kemampuan daya beli masyarakat Indonesia yang masih minim.
Software dalam kategori ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian :
1. Operating System (Sistem Operasi), contoh : Microsoft Windows
2. Languages (Bahasa Pemrograman), contoh : Visual Basic, ASP, Pascal
3. Web Browser, contoh : Internet Explorer
4. Aplication (Aplikasi), contoh : Adobe Photoshop, CorelDraw
5. Office Suites (Aplikasi perkantoran), contoh : Microsoft Office
6. Server Aplication (Server), contoh : ColdFusion, IIS
7. Antivirus, contoh : Norton Antivirus, McAfee
8. Games, contoh : FIFA 2006, Winning Eleven, Spiderman 

Share Software
Ketika browsing di Internet mendapati sebuah software dalam kategori Freeware . Kita memang bisa mendownload dan menggunakan software tersebut, namun hanya dalam batas tertentu misalnya 15 hari penggunaan dan setelah lewat dari itu akan terproteksi secara otomatis. Kita tidak bisa menggunakan kembali sebelum memasukkan kode registrasi, jika gagal memasukkan kodenya siap-siap untuk "gigit jari" . Barangkali ada pemikiran, di-uninstall saja kemudian di-install kembali. Hmmm..coba saja kalau bisa..
Kita tidak mungkin bisa melakukan hal itu karena ketika menginstall pertama kali akan ter-registrasi pada operating system. Kecuali kalau bisa "bermain-main" dengan masalah registrasy tentu bisa "diakali".
Umumnya, software dalam kategori ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin mencoba software tersebut dalam beberapa hari. Jika tertarik, maka akan di-link (dihubungkan) ke vendor-nya.

 Free Software
Free software dikenal juga sebagai Freed Software, Liberated Software (software libre) atau FRS (freely redistributably software). Kata "FREE" disini bukan berarti bebas tanpa aturan untuk menyalin, memodifikasi, dan mendistribusikan namun semua itu ada aturan dan syaratnya yang harus dipatuhi oleh pengembang dan penggunanya. Persyaratan tersebut tertuang dalam lisensi yang digunakan oleh Free Software. Jadi bukan berarti Free Software tidak berlisensi. Pada akhirnya timbul kesalahpahaman bahwa layanan yang diberikan dengan menggunakan Free Software itu tidak boleh dikomersilkan alias harus selalu gratis. Ini yang sering menyebabkan pengadopsian Free Software dalam suatu model bisnis yang dapat diterima menjadi sulit. Sebagai contoh rekan-rekan yang menjual CDROM berisi GNU/Linux GPL dianggap juga membajak dan tidak etis (padahal yang dilakukan adalah menjual layanan penyalinan dan menjual media CDROM tersebut).

Beberapa contoh software dalam kelompok ini adalah
  1. Operating System (Sistem Operasi) : Linux atau GNU/Linux, FreeBSD, dan GNUBSD
  2. Languages (bahasa Pemrograman) : GNU C/C++, Perl, Phyton, dan Tcl
  3. Windowing System (System Window) : The X Window System dan Xfree86
  4. Web Browser : Mozilla FireFox, Opera, adn Netscape Navigator
  5. Desktop : GNOME, KDE, dan GNUStepXfee
  6. Aplication (Aplikasi) : ABIWord dan GNU Image Manipulation Program (GIMP)
  7. Office Suites (Aplikasi Perkantoran) : OpenOffice dan Koffice
  8. Server : Samba, Apache, PhP, Zope, MySql, dan PostgreSQL

Open Source
Ada kesamaan antara free software dan open source. Keduanya bisa digunakan secara gratis dan untuk mendapatkannya sangat mudah. Dibandingkan dengan free software, open source lebih populer dan dapat diterima oleh masyarakat. Istilah Open Source sendiri lebih aman dan netral dalam konteks bahasa Indonesia. Bahkan secara politik lebih tepat, sepertinya terdengar sejajar dengan istilah era keterbukaan yang sedang ke arah pencapaian good governance. Dengan kata lain memperkenalkan konsep perangkat lunak merdeka dengan terminologi Open Source akan lebih mudah dilirik ketimbang menggunakan istilah Free Software.
Banyak aplikasi yang saat ini berlabel Open Source, sehingga kita tidak takut lagi untuk menggunakan.

Definisi Open Source
Seperti telah dijelaskan di awal, free software dan open source terdapat kesamaan dan memang munculnya software open source sebagai sebuah jawaban atas "kebingungan" kata FREE dari bahasa Inggris. Sebenarnya, Open Source merupakan nama pemasaran (marketing name) untuk free software yang diperkenalkan pada Februari 1998. Open Source mengacu pada fakta bahwa "source code (kode sumber)" dari Free Software adalah terbuka bagi dunia untuk mengambil dan memanfaatkannya sehingga dapat dimodifikasi untuk digunakan kembali (modify and to reuse). Tujuan Free Software adalah untuk memberikan kepada publik secara gratis, dan memang perkembangan free software sangat pesat karena para "developer" Sangat giat memperbarui sistem yang ada. Open Source dan Free Software merupakan nama yang sama sejak diperkenalkan sekitar bulan Februari 1998.

Aturan dalam Open Source
Jangan kaget jika menjumpai beberapa software yang bersifat free maupun open source di beberapa agen penjualan CD Software. Memang, pada dasarnya software tersebut adalah free alias gratis namun terlepas dari semua itu perlu melihat faktor-faktor adanya fenomena tersebut. Meskipun bersifat free atau open, ada beberapa aturan yang harus ditaati dalam menggunakan dan mendistribusikan software tersebut
1. Pendistribusian Ulang Secara Cuma-cuma
Lisensi tersebut tidak akan menghalangi pihak manapun dalam menjual atau memberikan software tersebut sebagai sebuah komponen dari suatu distribusi agregat software yang mencakup program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi itu juga tidak memerlukan sebuah royalti atau biaya lain untuk penjualan tertentu.

2. Kode Sumber
Program tersebut harus meliputi kode sumber dan mengijinkan distribusi dalam bentuk kode sumber maupun bentuk jadi. Jika bentuk dari suatu produk tidak didistribusikan dengan kode sumber, sebuah sarana publikasi yang baik harus disediakan untuk memperoleh kode sumber tersebut dengan biaya reproduksi yang masuk akal, atau memindahkan dari internet tanpa biaya. Kode sumber tersebut harus dalam bentuk-bentuk yang diinginkan sehingga programmer dapat memodifikasi program itu. Kode sumber yang disengaja dibuat untuk memperdaya tidak diijinkan. Bentuk-bentuk lanjutan seperti keluaran dari sebuah processor atau translator tidak diijinkan.

3. Karya-karya Bentukan
Lisensi tersebut harus memperbolehkan, karya-karya modifikasi atau bentukan, dan mengijinkannya untuk didistribusikan dalam bentuk yang ama seperti lisensi software asalnya.

4. Integritas Pencipta Kode Sumber
Lisensi tersebut dapat membatasi pendistribusian kode sumber dalam bentuk modifikasi hanya jika lisensi itu mengijinkan pendistribusian dalam bentuk "patch files" (potongan; menempel; tidak seluruhnya) dengan kode sumber dengan tujuan memodifikasi program tersebut pada masa pembuatan. Lisensi itu secara tertulis/tersurat harus memperbolehkan pendistribusian software yang dibuat dari modifikasi kode sumber. Lisensi tersebut mungkin memerlukan pekerjaan-pekerjaan bentukan untuk membawa nama atau versi yang berbeda dari software asal.

5. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Individu Atau Kelompok
Lisensi tersebut tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap orang secara personal atau perkelompok.

6. Tidak Adanya Diskriminasi Terhadap Bidang-bidang Pemberdayaan
Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan program itu dalam suatu bidang pemberdayaan tertentu. Sebagai contoh, tidak ada pembatasan program tersebut terhadap penggunaan dalam bidang bisnis, atau terhadap pemanfaatan dalam bidang riset genetik.

7. Pendistibusian lisensi
Hak-hak yang dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan oleh pihak-pihak tersebut.

8. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Bersifat Spesifik Terhadap Suatu Produk
Hak-hak yang tercantum pada program tidak boleh tergantung pada keadaan program yang merupakan bagian dari suatu distribusi software tertentu. Jika program disarikan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di dalam bentuk-bentuk lisensi program itu, semua pihak yang menerima harus memiliki hak yang sama seperti mereka yang dijamin dalam hubungan dengan pendistribusian software asal.

9. Lisensi Tersebut Tidak Diperbolehkan Membatasi Software Lain
Lisensi itu tidak boleh menempatkan pembatas bagi software lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat open source.

10. Lisensi Harus Menjadi Teknologi Sentral
Tidak ada ketetapan terhadap lisensi yang mungkin mengarah ke siapapun atau teknologi alat penghubung.

Terminologi Open Source
Perkembangan label Open Source mulai diperkenalkan dari bagian sesi strategi Alan Palto dengan reaksinya pada Netscape (seperti Mozilla). Sebuah kelompok pada sesi tersebut terdiri dari Todd Anderson, Larry Augustin, Yohannes Hall/Aula, Sam Ockman, Christine Peterson dan Eric S. Raymond. Mereka menggunakan kesempatan sebelum me-release source code Navigator untuk memperjelas suatu kebingungan potensi disebabkan oleh kerancuan kata "Free" dalam Bahasa Inggris. Pergerakan 'Open Source' dipikirkan untuk mempunyai dimulainya sesi strategi ini. Banyak orang mengklaim bahwa lahirnya tentang Internet sejak 1969, diawali pergerakan open source, ketika yang lain tidak membedakan antara open source dan free software.
Free Software Foundation (FSF) dimulai sejak 1985, diharapkan kata "free" maksudnya bukan "bebas berbicara" dan bukan "minuman gratis". Sejak banyak free software bermunculan dan selalu "free of charge" sehingga free software menjadi sebuah kebiasaan dihubungkan dengan nol biaya dan anti komersial.
Open Source Initiative (OSI) diformulasikan pada tahun 1998 oleh Eric S.Raymond dan Bruce Perens. Dengan melihat sejarah antara pengembangan tertutup versus pengembangan terbuka lebih dari 20 tahun, maka membuka peluang mengembangkan Internet.
OSI memperkenalkan masalah "Open Source" ke bisnis komersial seperti Netscape. OSI berharap penggunaan "Open Source", sebuah istilah yang diusulkan Peterson dari Foresight Institute bagian dari strategi, akan menghapuskan kerancuan terutama bagi mereka yang merasa "free software" sebagai anti komersial. Telah terjadi beberapa vendor software menyertakan label "Open Source" karena dihubungkan dengan perangkat lunak yang sudah bersifat open source seperti Linux.

Lisensi Open Source
Meskipun bersifat open source bukan berarti tidak memiliki lisensi. Beberapa software yang bersifat open source tentu saja memiliki lisensi untuk melegalkan bahwa software tersebut tercantum pengarang dari source code untuk disebarluaskan. Tanpa adanya lisensi, bisa saja orang mengaku dirinya sebagai penggagas dan pengembang software tersebut.
Ada beberapa software yang bersifat open source telah memiliki lisensi :
- Ac Free License
- Adae Public License
- Apache Software License
- Apache License 2.0
- Apple Public Source License
- Artistic License
- Attribution Assurance Licences
- New BSD license
- Computer Associates Trusted Open Source License 1.1
- Common Development and Distribution License
- Common Public License 1.0
- P CUA Office Public License Version 1.o
- EU DataGrid Software License
- Eclipse Public License
- Educational Community License
- Eiffel Forum License
- Eiffel Forum License V2.0
- Entessa Forum License
- Fair License
- Framework License
- GNU General Public License (GPL)
- GNU Library or "Lesser" General Public License (LGPL)
- IBM Public License
- Intel Open Source License
- Jabber Open Source License
- Lucent Public License Version 1.02
- MIT license
- MITRE Collaborative Virtual Workspace License (CVW License)
- Motosoto License
- Mozzila Public License (1.0 (MPL)
- Mozilla Public License 1.1 (MPL)
- Naumen Public License
- Nethac General Public license
- Nokia Open Source License
- OCLC Research Public License 2.0
- Open Group Test Suite License
- Open Software License
- PHP License
- Phyton License (CNRI Phyton License)
- Phyton Software Foundatin License
- Qt Public License (QPL)
- RealNetworks Public Source License V1.0
- Reciprocal Public License
- Ricoh Source Code Public License
- Sleepycat License
- Sun Industry Standards Source License (SISSL)
- Sun Public License
- Sybase Open Watcom Public license 1.0
- University of Illinois/NCSA Open Source License
- Vovisa Software License V 1.0
- W3C License
- wxWindows Library License
- X.Net License
- Zope Public License
- zlib/libpng license

  Jika kita lihat daftar lisensi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sudah banyak software yang bersifat open source untuk dimanfaatkan dalam pengembangan informasi dan teknologi, kita tidak perlu lagi melakukan pembajakan. Memang, dibandingkan dengan software yang bersifat license masih belum sepadan namun bisa mengobati rasa kecewa terhadap software yang memiliki lisensi dan harus membayar dengan harga cukup mahal.

Beberapa Contoh Software Open Source
Jika kita browsing di Internet dengan kata kunci open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat sorftware bersifat open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan software yang dapat didownload secara gratis tersebut.
Software tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kategori, sebagai bahan pembanding berikut ini diambil dari salah satu situs yang memuat software berdasarkan kategori :
- Database
- Desktop
- Development
- Enterprise
- Games
- Multimedia
- Networking
- Security
- Hardware
- SysAdmin
- VoIP
- CMS
: Tuxx Racer, KeePass Password Save
: GNU/Win32, KeePass Password Save
: Dev-C++, ZK - Ajax but no Javascript
: Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports - Java Reporting
: ZSNES, KoLmafia
: Weka--Machine Learning Software in Java, ZK - Ajax but no JavaScript
: FileZilla
: Eraser, KeePass Password Safe
: Tcl, Open HPI
: TightVNC, phpMyAdmin
: trixbox, freePBX
: Atutor, os-Commerce, Joomla, Mambo, Moodle

Cara Memperoleh Software Open Source
Telah dijelaskan di awal bahwa untuk mendapatkan software open source bisa melalui berbagai cara, diantaranya : membeli software tersebut pada agen penjualan CD software dengan harga yang sangat terjangkau, menduplikasi dari orang lain, mendownload di internet, maupun mendapatkan dari komunitas open source. Sebagai contoh, jika mengikuti komunitas Linux biasanya mendapatkan beberapa CD yang berhubungan dengan Linux secara gratis. Agar bisa menjadi anggota komunitas Linux bisa browsing di Internet.